BANYUWANGI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuwangi terus mengintensifkan upaya edukasi kebersihan langsung ke tengah masyarakat. Terbaru, aksi nyata tersebut menyasar peserta Perkemahan Akhir Tahun Ajaran (Permata) Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47 yang berlangsung di Bumi Perkemahan Wisata Waduk Sidodadi, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Selasa (7/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, DLH Banyuwangi menyerahkan bantuan sarana tempat sampah terpilah kepada penyelenggara perkemahan. Penyerahan fasilitas ini dibarengi dengan penyuluhan mendalam mengenai tata cara pemilahan sampah secara mandiri, baik sampah organik maupun anorganik, sebagai bagian dari program berkelanjutan pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Kepala Bidang Pengawasan Dampak Lingkungan DLH Banyuwangi, Rudianto, ST, menegaskan bahwa sinergi lintas sektor ini diharapkan dapat mengoptimalkan program penghijauan dan meningkatkan kesadaran konservasi alam di tingkat akar rumput.
“Melalui konsep TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle), sampah yang dihasilkan rumah tangga dapat dikelola dengan baik dan tidak mencemari lingkungan. Harapannya, kegiatan ini mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” ujar Rudianto.
Menurutnya, pemilahan sampah bukan sekadar seremonial, melainkan langkah krusial untuk menekan pencemaran udara yang sering dipicu oleh penumpukan sampah tercampur. DLH Banyuwangi mengklasifikasikan sampah menjadi tiga kategori utama untuk memudahkan pengolahan:
Pertama, Sampah Organik: Bahan yang dapat membusuk seperti sisa makanan, kotoran hewan, dan dedaunan kering yang berpotensi diolah menjadi kompos.
Kedua, Sampah Anorganik: Material benda tak hidup seperti plastik, kaleng, dan karton yang dapat didaur ulang atau disetorkan ke Bank Sampah.
Ketiga, Sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3): Limbah seperti baterai, aki bekas, dan sampah elektronik yang memerlukan penanganan khusus sesuai petunjuk produsen agar tidak merusak ekosistem.
Langkah jemput bola yang dilakukan DLH Banyuwangi ini mendapatkan apresiasi sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam membimbing masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan limbah rumah tangga. Dengan edukasi berkelanjutan ini, diharapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dapat menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Banyuwangi, termasuk di lingkungan pondok pesantren dan organisasi kemasyarakatan.
LDII BANYUWANGI Official ldii banyuwangi