Home / Seputar Banyuwangi / Tanamkan Akhlakul Karimah, KH Munir Ajak Generus LDII Banyuwangi Imbangi Pendidikan dengan Ketertiban Ibadah

Tanamkan Akhlakul Karimah, KH Munir Ajak Generus LDII Banyuwangi Imbangi Pendidikan dengan Ketertiban Ibadah

BANYUWANGI – Dewan Penasihat DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Banyuwangi, KH Munir, menegaskan pentingnya keseimbangan antara capaian pendidikan duniawi dan ketertiban ibadah bagi generasi penerus (generus). Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi pemateri dalam Perkemahan Akhir Tahun Ajaran (Permata) Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47 di Bumi Perkemahan Wisata Waduk Sidodadi, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Rabu, 8/7/2026 malam.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 Juli 2026 tersebut, diikuti oleh ratusan generus Banyuwangi, mulai dari jenjang pra-remaja kelas 3 SMP hingga usia mandiri pra-nikah.

Dalam tausiyahnya, Kiai Munir menekankan agar generasi muda tidak menjadikan agama sekadar status administratif. Ia mendorong para peserta untuk menjadikan mengaji sebagai kebutuhan utama guna membentengi diri dari tantangan akhir zaman.

“Jangan sampai agama hanya sebatas status. Generus harus menertibkan dan meningkatkan ibadah, utamanya mengaji. Mengaji adalah kunci mencegah kebodohan dan menguatkan fondasi agama di akhir zaman ini,” ujar KH Munir di hadapan ratusan peserta.

Selain itu, ia menekankan pentingnya internalisasi 29 karakter luhur dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, akhlakul karimah adalah kunci pembuka keberkahan dunia dan akhirat. “Derajat orang yang berakhlakul karimah itu setara dengan orang yang tekun melaksanakan sholat malam atau berpuasa,” tambahnya.

Dalam sesi motivasi bagi generus usia mandiri, Kiai Munir mengajak mereka untuk tetap optimis dalam menghadapi masa depan dan tidak mudah putus asa. Ia mengingatkan bahwa keberkahan rezeki sangat bergantung pada ikhtiar, doa, serta pengabdian kepada orang tua.

“Rezeki itu sudah ada yang mengatur. Tugas kita ikhtiar maksimal dan berbakti kepada orang tua. Dengan cara itulah, Allah SWT akan mempermudah rezeki dan memanjangkan umur kita,” tutur Kiai Munir.

Menutup arahannya, ia berpesan agar generasi muda berani keluar dari zona nyaman dan disiplin dalam menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat. Ia mengingatkan bahwa tinggi rendahnya pendidikan tidak akan berarti tanpa fondasi ibadah yang kokoh.

“Apa yang kita tanam hari ini, itulah yang akan kita tuai di masa depan. Setinggi apapun pendidikan yang diraih, jika ibadah tidak tertib maka percuma. Usahakan dunia dan akhirat seimbang,” tegasnya.

Kiai Munir berharap, melalui momentum Permata CAI ini, para generus mampu mengimplementasikan amalan-amalan kebaikan secara konsisten. Ia berharap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas tersebut dapat menjadi amal jariyah yang bermanfaat bagi kehidupan mereka di masa depan.

About LDII BANYUWANGI

Check Also

Bupati Ipuk Apresiasi Konsistensi LDII Banyuwangi Bina Karakter Generasi Muda Lewat Permata CAI

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memberikan apresiasi tinggi atas komitmen DPD LDII Kabupaten Banyuwangi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *