BANYUWANGI – Ketua Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Banyuwangi menekankan pentingnya membentengi generasi penerus dari degradasi moral di tengah tantangan akhir zaman. Hal tersebut disampaikan dalam agenda pembekalan materi kepada peserta Perkemahan Akhir Tahun Ajaran (Permata) Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47 di Bumi Perkemahan Wisata Waduk Sidodadi, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Selasa (7/7/2026).
Di hadapan ratusan peserta, ia menyoroti urgensi rasa syukur atas nikmat hidayah yang diberikan Allah SWT. Menurutnya, di era saat ini, pengaruh kemaksiatan yang melanda pergaulan manusia semakin masif, dengan generasi muda sebagai target utamanya.
“Kita harus senantiasa bersyukur atas anugerah hidayah di tengah kondisi akhir zaman yang penuh dengan pengaruh kemaksiatan. Kondisi ini semakin diperparah dengan godaan iblis yang terus membayangi manusia dari berbagai arah,” ujarnya.
Ia memaparkan, tantangan berat ini berdampak signifikan pada stabilitas iman seseorang. Ibarat menggenggam bara api, mempertahankan agama di akhir zaman memerlukan kesabaran ekstra. Jika tidak kuat bertahan, seseorang berisiko kehilangan hidayahnya dan gagal menunaikan ibadah dengan tertib.
Selain itu, ia mengingatkan adanya ancaman penyakit wahnu, yakni kondisi di mana Allah meletakkan rasa cinta berlebih pada dunia ke dalam hati manusia, sehingga urusan akhirat sering kali terabaikan.
Sebagai langkah nyata dalam menghadapi tantangan tersebut, ia mengajak seluruh peserta untuk mengimplementasikan program “Tri Sukses”. Strategi ini dinilai sebagai instrumen vital dalam membentuk karakter yang tangguh dan religius.
“Upaya antisipasi yang harus kita lakukan adalah melalui pencapaian Tri Sukses. Pertama, mewujudkan Akhlaqul Karimah melalui 29 Karakter Luhur. Budi pekerti yang baik adalah penyempurna iman bagi orang-orang yang beriman,” tegasnya.
Kedua, mencapai kondisi Alim Faqih. Ia menekankan bahwa seorang muslim harus memahami agama dengan benar, sehingga mampu membedakan pahala dan dosa, serta yang halal dan haram. “Bila Allah menghendaki kebaikan pada seseorang, maka Allah akan memberikan kefahaman agama kepadanya,” tambahnya.
Ketiga, yakni kemandirian yang mencakup tiga aspek:
Mandiri Ibadah: Mampu beribadah dengan tertib atas kesadaran sendiri tanpa harus menunggu teguran atau peringatan pihak lain.
Mandiri Sosial: Mampu menerapkan budi luhur dalam interaksi sosial atas kesadaran pribadi.
Mandiri Ekonomi: Memiliki kemampuan finansial untuk menopang kebutuhan hidup sekaligus menunjang keteguhan dalam menjalankan syariat agama.
“Melalui pembekalan di Bumi Perkemahan Waduk Sidodadi ini, diharapkan para peserta Permata CAI ke-47 dapat menjadi generasi yang tangguh, mandiri, dan tetap teguh memegang hidayah Allah SWT meski di tengah arus tantangan zaman yang semakin kompleks’ pungkasnya
LDII BANYUWANGI Official ldii banyuwangi