BANYUWANGI — Pemuda LDII Kabupaten Banyuwangi berpartisipasi dalam Kemah Lintas Agama yang diselenggarakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banyuwangi di Gerbang Raung, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, Jumat–Sabtu (16–17/10/2026). Kegiatan bertema “Merajut Harmoni dalam Keberagaman” tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Banyuwangi dan diikuti pemuda dari berbagai organisasi serta agama untuk memperkuat kerukunan dan persatuan.
Perkemahan ini mempertemukan pemuda dari berbagai unsur keagamaan, di antaranya LDII, Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan untuk mempererat persaudaraan, membangun sikap saling menghormati, serta memperkuat kepedulian terhadap kehidupan masyarakat yang harmonis.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Banyuwangi Ir. H. Mujiono, M.Si., mengapresiasi FKUB, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), tokoh lintas agama, serta para pemuda yang berkolaborasi menjaga kondusivitas daerah.
Ia menegaskan bahwa perbedaan keyakinan bukan alasan untuk terpecah belah, melainkan dapat menjadi kekuatan dalam membangun kebersamaan.
“Merajut harmoni dalam keberagaman mengajarkan bahwa perbedaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan dianyam menjadi kekuatan bersama. Harmoni bukan berarti harus sama dalam segala hal. Pesan saya kepada pemuda, perkuatlah karakteristik kalian,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Banyuwangi, Drs. H. Nur Chozin, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur kerukunan, antara lain FKUB, Komunitas Guru Lintas Agama (KG Lima), Forum Istri Lintas Agama (Fila), Forum Pemuda Lintas Agama (Formula), dan Paguyuban Umat Lintas Agama (Pulma).
Menurutnya, hubungan lintas agama di Banyuwangi telah terjalin melalui interaksi dan silaturahim yang baik. Kemah lintas agama ini menjadi salah satu upaya untuk mempererat kebersamaan yang telah dibangun.
Rangkaian kegiatan dikemas melalui sejumlah agenda edukatif dan kebersamaan, seperti sarasehan kebangsaan, malam api unggun, penjelajahan alam Jambewangi menggunakan armada jeep, serta pembinaan dari Polresta Banyuwangi dan Bakesbangpol.
Perwakilan Pemuda LDII Banyuwangi, Damai Nur Sukarno, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai kemah lintas agama bukan sekadar kegiatan perkemahan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk saling mengenal, membangun komunikasi, dan menghilangkan sekat perbedaan.
“Kami dari Pemuda LDII sangat menyambut positif dan bersyukur bisa berbaur langsung dengan rekan-rekan pemuda lintas agama. Kegiatan ini bukan sekadar camping biasa, melainkan wadah nyata untuk saling mengenal, meruntuhkan sekat, dan membangun kepedulian bersama,” kata Damai.
Ia menambahkan, Pemuda LDII siap berkontribusi dalam menjaga kerukunan dan kondusivitas daerah melalui sikap toleran, gotong royong, serta kepedulian terhadap masyarakat.
“Perbedaan kepercayaan tidak menjadi penghalang bagi kami untuk bergotong royong dan menjaga kondusivitas Banyuwangi. Pemuda LDII siap menjadi pemuda yang berkarakter kuat, toleran, dan berkontribusi nyata bagi bangsa,” tegasnya.
Partisipasi Pemuda LDII Banyuwangi dalam kegiatan tersebut menjadi wujud kontribusi generasi muda dalam merawat kebinekaan dan memperkuat wawasan kebangsaan, sekaligus mendukung pengamalan delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa, khususnya di bidang wawasan kebangsaan dan keagamaan.



LDII BANYUWANGI Official ldii banyuwangi