BANYUWANGI – DPD LDII Kabupaten Banyuwangi menerjunkan puluhan relawan dalam aksi bersih sampah yang diinisiasi FKUB Banyuwangi di Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Kamis (5/11/2026). Kegiatan ini melibatkan sekitar 300 personel lintas agama, organisasi kemasyarakatan, dan instansi pemerintah sebagai wujud kepedulian dan gotong royong menjaga kebersihan lingkungan.
Aksi bertajuk bakti sosial kurvey Sungai Kalimati ini menjadi wujud kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam menangani persoalan sampah yang mencemari kawasan sungai dan pesisir Muncar. Selain kerja bakti, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi, Dr. Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, M.Si., memimpin apel pelepasan peserta di Kantor Kecamatan Muncar sekitar pukul 07.30 WIB. Setelah apel, peserta bergerak menuju Dusun Kalimati untuk melaksanakan aksi pembersihan dan edukasi kepada masyarakat.
Dalam arahannya, Suyanto menegaskan bahwa persoalan sampah membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Sebelumnya, sekitar 100 ton sampah telah berhasil diangkat melalui kegiatan pembersihan di kawasan tersebut. Namun, upaya itu perlu diikuti langkah berkelanjutan agar sungai tidak kembali dipenuhi sampah.
Kolaborasi lintas agama dan lintas sektor, menurutnya, menjadi bukti bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama tanpa memandang perbedaan.
Ketua DPD LDII Kabupaten Banyuwangi, Ir. Heri Sujatmiko, M.T., IPM., mengatakan keterlibatan LDII dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap persoalan lingkungan sekaligus implementasi dakwah melalui tindakan nyata atau dakwah bil hal.
“Kami menerjunkan warga LDII untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar imbauan,” ujar Heri.
Ia menilai, keterlibatan warga LDII dalam aksi bersih-bersih tersebut memiliki nilai penting, tidak hanya untuk membantu mengatasi persoalan sampah, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama.
Menurut Heri, persoalan sampah dan perubahan kondisi lingkungan tidak bisa diselesaikan melalui kegiatan sesaat. Dibutuhkan gerakan yang konsisten serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, mulai dari kebiasaan sehari-hari.
“Ini juga merupakan praktik dakwah bil hal. Bumi semakin panas dan volume sampah terus bertambah. Kalau tidak ada gerakan atau inisiatif seperti ini, persoalan lingkungan bisa terus terabaikan. Karena itu, perlu kepedulian dan aksi nyata dari semua pihak,” tuturnya.
Partisipasi LDII Banyuwangi dalam kegiatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa kerukunan tidak hanya dibangun melalui dialog dan komunikasi antarumat beragama, tetapi juga melalui kerja nyata untuk kepentingan bersama.
Aksi bersih-bersih tersebut merupakan tindak lanjut atas imbauan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani untuk meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sampah, khususnya di kawasan pesisir Muncar.
Ketua FKUB Banyuwangi, Nur Chozin, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut melibatkan sekitar 300 personel dari berbagai unsur, mulai organisasi kemasyarakatan, lembaga, tokoh agama hingga instansi pemerintahan.
Menurut Chozin, kegiatan ini tidak semata-mata berorientasi pada pengangkatan sampah, tetapi juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan dan semakin bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan.
Ia berharap keterlibatan berbagai elemen lintas agama dan lintas sektor dapat membangun kesadaran kolektif bahwa penanganan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat.



LDII BANYUWANGI Official ldii banyuwangi