BANYUWANGI – Pengurus Kabupaten (Pengkab) Perguruan Silat Nasional (Persinas) Ampuh Sehat Aman dan Damai (ASAD) Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kerukunan, persatuan, dan kondusifitas daerah yang ada di ujung timur Pulau Jawa ini.
Hal tersebut dibuktikan dengan kehadiran langsung Ketua Pengkab Persinas ASAD Banyuwangi, Khairul Khana, dalam acara, “Kegiatan Peningkatan dan Pengembangan Sistem Deteksi Dini dan Cegah Dini Terhadap Konflik di Masyarakat” yang digelar di Aula STIKOM PGRI Banyuwangi, Selasa (26/5/2026).
Acara yang diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Banyuwangi ini mengusung tema “Menjalin Sinergitas Perguruan Pencak Silat dalam Menjaga Persatuan dan Kondusifitas Banyuwangi”.
Selain Persinas ASAD, agenda ini juga dihadiri oleh jajaran Pengkab IPSI dan perwakilan dari 24 Perguruan Silat se-Kabupaten Banyuwangi.

Kepala Bakesbangpol Banyuwangi, Drs. R. Agus Mulyono, M.Si., yang hadir membacakan sambutan tertulis Bupati Banyuwangi, menyampaikan apresiasi atas hadir dan berkumpulnya para pembina dan tokoh pencak silat.
Bupati Banyuwangi menekankan empat pilar utama pesilat: persaudaraan, disiplin, penghormatan kepada guru, dan cinta tanah air. “Perbedaan perguruan jangan dijadikan permusuhan, tetapi sebagai kekayaan budaya. Mari kita bersama-sama mewujudkan semangat Seduluran Saklawase, Guyub Rukun Jogo Banyuwangi,” ujar Agus Mulyono.
Dalam penyampaian materi, Kasdim 0825 Banyuwangi, Mayor Kav. Suprapto, mengingatkan pentingnya peran pencak silat dalam sejarah perjuangan bangsa, menjaga dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tercinta.
Dia menyebutkan bahwa dengan total 24 perguruan dan ribuan pendekar di Banyuwangi, potensi ini harus diarahkan ke hal positif, terutama di tengah derasnya provokasi dan merebaknya berita hoaks di media sosial.
‘TNI dan Polri merupakan komponen utama pertahanan, sedangkan perguruan pencak silat adalah komponen pendukung. Kami berharap para pemimpin perguruan bisa menjadi suri tauladan, mengubah rivalitas menjadi prestasi, serta intens berkolaborasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas,” tegas Mayor Kav. Suprapto.
Lebih lanjut dia menambahkan prinsip dan pesan mendalam, “Lahir silat mencari kawan, batin silat mencari Tuhan.”
Senada dengan yang disampaikan Kasdim 0825 Banyuwangi, Kapolresta yang diwakili oleh Kepala Urusan Pembinaan dan Operasional ( KBO ) Satintelkam Polresta Banyuwangi, Samsul Mu’arif SH mendorong adanya manajemen konflik yang baik dan kolaborasi seni budaya ke depan, seperti gagasan menampilkan kolaborasi 5.000 atlet pencak silat lintas perguruan dalam acara seni budaya di Banyuwangi.
Sebagai bentuk komitmen nyata di lapangan, Ketua Pengkab Persinas ASAD Banyuwangi bersama seluruh pimpinan perguruan silat lain secara bulat menandatangani Deklarasi Bersama Perguruan Pencak Silat Se-Kabupaten Banyuwangi Tahun 2026.
Dalam deklarasi yang ditanda tangani terdapat 7 poin utama, yang selaras dengan instruksi PB Persinas ASAD pusat mengenai pembinaan karakter luhur (pemberani, disiplin, amanah, dan berakhlakul karimah).
Tujuh poin utama deklarasi yang ditandatangani adalah; (1). Menjaga kondusifitas kamtibmas dengan melarang konvoi, sweeping, tawuran, dan pengerahan massa secara liar. (2). Mendukung program pemda di bidang pariwisata, budaya, dan pembangunan wilayah. (3). Merawat persatuan, persaudaraan, dan semangat kebersamaan antarperguruan silat dan
(4). Bijak bermedia sosial dan aktif menangkal berita bohong (hoaks) serta provokasi.
Selanjutnya (5). Melaksanakan kegiatan sosial kemasyarakatan, pembinaan generasi muda, dan pencegahan kenakalan remaja/narkoba.
(6). Patuh pada hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di NKRI, (7). Bersedia bersinergi dengan TNI/POLRI dan Pemerintah Kabupaten untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Seusai acara, Ketua Pengkab Persinas ASAD Banyuwangi, Khairul Khana, menyatakan kesiapan penuh perguruan untuk mengawal hasil deklarasi damai yang ditandatangi.
Sebagai tindak lanjut, jajaran pengurus akan segera mensosialisasikan kepada semua warga ASAD terkait poin-poin penting yang disampaikan Bakesbangpol, TNI, dan Polri sampai ke tingkat ranting.”Persinas ASAD selalu menanamkan kepada seluruh warga dan atlet kami bahwa pencak silat adalah sarana bela bangsa, mencari persaudaraan, dan ajang mendulang prestasi, bukan ajang gagah-gagahan di jalanan. Kami siap bersinergi, Guyub Rukun Jogo Banyuwangi, demi terwujudnya Kamtibmas yang aman dan kondusif,” pungkasnya.
Acara Kegiatan Peningkatan dan Pengembangan Sistem Deteksi Dini dan Cegah Dini Terhadap Konflik di Masyarakat diakhiri dengan sesi foto bersama secara hangat, melambangkan eratnya sinergi antara ulama, umaro, aparat keamanan, dan para pendekar pencak silat di Bumi Blambangan Banyuwangi.
LDII BANYUWANGI Official ldii banyuwangi