Home / Seputar Banyuwangi / Berbagi Kebahagiaan, Bupati Ipuk Hadirkan Senyum bagi Anak Yatim di Pembukaan CAI ke-47 LDII Banyuwangi

Berbagi Kebahagiaan, Bupati Ipuk Hadirkan Senyum bagi Anak Yatim di Pembukaan CAI ke-47 LDII Banyuwangi

BANYUWANGI – Tradisi menyantuni anak yatim terus dibudayakan oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, dalam berbagai kegiatan pemerintahan maupun kemasyarakatan. Hal ini turut mewarnai seremoni pembukaan Perkemahan Akhir Tahun Ajaran (Permata) Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47 yang digelar di Bumi Perkemahan Wisata Waduk Sidodadi, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Selasa pagi (7/7/2026).

Dalam acara perkemahan yang berlangsung dari tanggal 6 hingga 9 Juli 2026 tersebut, Bupati Ipuk menyempatkan diri untuk bersilaturahmi sekaligus menyerahkan santunan secara langsung kepada 10 anak yatim yang berdomisili di sekitar lokasi kegiatan. Anak-anak tersebut hadir dengan didampingi oleh keluarga atau saudaranya masing-masing.

Bupati Ipuk mengungkapkan bahwa tradisi kepedulian sosial ini membawa berkah yang mendalam, tidak hanya bagi dirinya secara pribadi, tetapi juga bagi kemajuan seluruh masyarakat Banyuwangi.

“Saya senang, santunan ditradisikan di Banyuwangi. Lihat saja, berkat doa anak yatim, Banyuwangi bisa maju dengan pesat,” ujar Bupati Ipuk dalam sambutannya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa cara Allah SWT mengabulkan doa anak yatim dan doa masyarakat sungguh luar biasa. Pihaknya tak henti-hentinya bersyukur dan berharap agar tradisi baik ini dapat terus menjadi kemaslahatan bagi masyarakat luas. Usai penyerahan santunan, prosesi pembukaan CAI diakhiri dengan khidmat melalui lantunan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ketua MUI Kabupaten Banyuwangi, KH. Muhaimin Asmuni, Lc.

Di tempat yang sama, Ketua DPD LDII Kabupaten Banyuwangi, Ir. H. Heri Sujatmiko, MT, IPM, menyampaikan rasa syukurnya atas sinergi dan kehadiran Bupati Banyuwangi yang selalu mendukung acara CAI. Menurutnya, langkah ini telah berhasil menghadirkan kebahagiaan tersendiri bagi anak-anak yatim dan kaum dhuafa di tengah kegiatan pembinaan generasi muda.

“Acara CAI ini tidak hanya berfokus pada pembinaan Generus (Generasi Penerus) tentang pendidikan karakter, tetapi juga menumbuhkan rasa kasih sayang, kepedulian, dan kebersamaan. Sehingga semakin banyak anak yatim yang merasakan perhatian masyarakat,” ungkap Heri.

Ia berharap sinergi yang terbangun melalui kegiatan positif ini dapat terus ditingkatkan di masa mendatang. “Semoga ke depan kegiatan ini bisa terus berlanjut dan skalanya semakin besar,” pungkasnya.

About LDII BANYUWANGI

Check Also

Hadapi Tantangan Akhir Zaman, KH Hariadji Ajak Peserta CAI Banyuwangi Perkuat Akhlak dan Kemandirian

BANYUWANGI – Ketua Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Banyuwangi menekankan pentingnya membentengi generasi penerus dari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *