BANYUWANGI – Bagian Pemberdayaan Wanita dan Kesejahteraan Keluarga Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PPPK DPD LDII) Kabupaten Banyuwangi menghadiri undangan Resepsi Milad ke-109 Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Banyuwangi. Acara tersebut berlangsung pada Minggu, 31 Mei 2026, di Gedung Aula Panglima Besar Jenderal Soedirman SMKS Muhammadiyah 2 Genteng, Banyuwangi.
Kehadiran wanita LDII yang dipimpin oleh Hj. Tutik Andayaningrum, S.E., bersama jajaran pengurus PPPK—di antaranya Ani Eka Forgiyanti, S.E., dr. Inda Meylina Sofiani, Rodiah, S.K.M., Hj. Sonya Dwintasari, Nur Hidayatin, S.Kep., Ani Indrayatin, dan Maria Ulfa menjadi potret indah kerukunan antarorganisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Banyuwangi.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi spirit dakwah kemanusiaan yang dicanangkan oleh ‘Aisyiyah.
“Dakwah kemanusiaan yang dicanangkan oleh ‘Aisyiyah ini adalah spirit yang patut didukung oleh kita semua. Nilai-nilai luhur keislaman harus dirasakan oleh seluruh umat manusia tanpa dibatasi sekat apa pun,” ungkap Ipuk yang hadir secara virtual.
Dakwah yang inklusif tersebut, lanjut Ipuk, selaras dengan tujuan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang berorientasi pada kesejahteraan bersama, salah satunya dengan menekan angka kemiskinan serendah mungkin. “Kami berharap ‘Aisyiyah dan keluarga besar Muhammadiyah di Banyuwangi lainnya dapat bersama-sama mengurangi angka kemiskinan di Banyuwangi,” ajaknya.

Sekretaris Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur, Dr. Nur Mukarramah, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa dakwah kemanusiaan yang diusung oleh ‘Aisyiyah harus diwujudkan dalam langkah konkret. “Mulai dari penguatan pendidikan, kesehatan keluarga, hingga aksi sosial lainnya,” tegasnya.
Ia juga berpesan agar setiap kader ‘Aisyiyah dapat berdamai dengan dirinya sendiri melalui tiga dimensi, yaitu:
Pertama, Dimensi Ketauhidan: Memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, rajin mendatangi pengajian, dan tertib beribadah.
Kedua, Dimensi Kemanusiaan (Hablum minannas): Memperbaiki hubungan antarmanusia melalui interaksi sosial yang baik.
Dan ketiga, Dimensi Kauniyah: Berdamai dengan lingkungan melalui upaya pemberdayaan tanpa mengeksploitasinya.
“Setiap kader ‘Aisyiyah harus terus bergerak, berkreasi, dan berinovasi,” tambahnya.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Banyuwangi, Laili Dwi Damayanti. Ia memaparkan berbagai program konkret yang telah dikembangkan ‘Aisyiyah dari tingkat Cabang (setingkat kecamatan) hingga ke Ranting (setingkat kelurahan/desa).
“Baik berupa Jumat Berkah, Ahad Berkah, maupun program lainnya. Ini semua merupakan langkah sosial konkret untuk mewujudkan dakwah kemanusiaan di Banyuwangi,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Bagian PPPK DPD LDII Kabupaten Banyuwangi, Hj. Tutik Andayaningrum, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ‘Aisyiyah atas kontribusi besarnya selama lebih dari satu abad di Indonesia, khususnya di Bumi Blambangan.
”Kami hadir sebagai bentuk penghormatan dan komitmen untuk terus bersinergi. ‘Aisyiyah adalah saudara tua kita yang telah memberi banyak teladan dalam bidang pendidikan dan sosial,” ujarnya.
“Kehadiran jajaran wanita LDII ini menjadi simbol harmonisasi antar-ormas Islam dalam bersama-sama membangun daerah,” pungkas Tutik.
Turut hadir dalam acara tersebut Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Zainal Abidin, S.STP., M.Si., jajaran Forkopimda, Camat setempat, unsur PD Muhammadiyah, PCNU, LDII, GP Ansor, serta jajaran Pimpinan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah.
LDII BANYUWANGI Official ldii banyuwangi