BANYUWANGI – Pengurus Forum Pemuda Lintas Agama Banyuwangi Bersatu (Formula Satu) melakukan audiensi dengan jajaran pengurus Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyuwangi, Senin (6/7/2026). Pertemuan yang berlangsung di Kantor PCNU Banyuwangi ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus merumuskan langkah nyata menghadapi tantangan degradasi moral generasi muda di era digital.
Dalam kegiatan tersebut, peran aktif Pemuda Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) tampak menonjol. Sekretaris Formula Satu, Andreas Askhab Firdaus, yang mewakili unsur Pemuda LDII, bersama Ketua Formula Satu, Muhson, memimpin rombongan dalam diskusi bersama Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, KH Ahmad Turmudzi, dan Sekretaris Tanfidziah, KH Bisri.
Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, KH Ahmad Turmudzi, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif para pemuda lintas agama tersebut. Menurutnya, di tengah arus informasi yang kerap mendistorsi karakter bangsa, keterlibatan aktif organisasi kepemudaan, termasuk Pemuda LDII, merupakan langkah nyata dalam menjaga stabilitas sosial di Bumi Blambangan.
“Kita tidak bisa memaksakan akidah, namun kita wajib mengedepankan toleransi baik dalam beragama maupun berbudaya. Bangsa ini membutuhkan generasi muda yang mampu bersatu untuk menjaga harmoni,” ujar KH Ahmad Turmudzi saat menerima delegasi.
Lebih lanjut, KH Ahmad Turmudzi menekankan agar gerakan lintas agama ini tidak berhenti pada simbolisme semata. Ia mendorong Formula Satu untuk melakukan aksi nyata hingga ke akar rumput guna membentengi remaja dari dampak negatif teknologi serta menjaga nilai-nilai moralitas.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Formula Satu yang juga merupakan perwakilan Pemuda LDII, Andreas Askhab Firdaus, menyatakan komitmen penuh organisasinya dalam mengawal nilai-nilai perdamaian. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas iman adalah tanggung jawab bersama untuk memastikan Banyuwangi tetap kondusif.
“Kami berkomitmen untuk terus membumikan toleransi. Sebagai bagian dari Formula Satu, Pemuda LDII siap bergerak masif menyebarkan narasi positif dan membentengi moral generasi muda dari pengaruh buruk media sosial,” tegas Andreas.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, kedua pihak sepakat untuk mengagendakan “Ngopi Harmoni”. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang dialog santai bagi berbagai elemen masyarakat untuk merumuskan program-program strategis dalam bingkai NKRI.
Pihak PCNU Banyuwangi menyatakan dukungannya penuh terhadap langkah-langkah yang diambil Formula Satu. Soliditas antarorganisasi pemuda ini diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga etika, melestarikan kultur ketimuran, serta memelihara stabilitas keamanan di Kabupaten Banyuwangi.

LDII BANYUWANGI Official ldii banyuwangi