Home / Seputar Banyuwangi / LDII dan Dinkes Banyuwangi Matangkan MoU Kesehatan, Wakil Bupati Minta Segera Direalisasikan

LDII dan Dinkes Banyuwangi Matangkan MoU Kesehatan, Wakil Bupati Minta Segera Direalisasikan

BANYUWANGI – DPD LDII Kabupaten Banyuwangi terus menancapkan kontribusi nyatanya di tengah masyarakat. Langkah ini dibuktikan dengan pematangan draf Nota Kesepakatan dan Perjanjian Kerja Sama (MoU) bidang kesehatan masyarakat bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, di ruang Lobby Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Kamis, 11/6/2026.

Hadir langsung dalam agenda strategis tersebut Ketua Dewan Penasihat DPD LDII Banyuwangi, KH. Hariadji Sugito, S.K.M., M.M bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, H. Amir Hidayat, S.K.M., M.Si., didampingi Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Kesehatan, Ina Andriyatul Masulah, M.P.H.

Dalam pertemuan tersebut, KH. Hariadji Sugito memaparkan garis besar materi draf kerja sama kepada Kepala Dinas Kesehatan. Ia menegaskan bahwa dokumen ini akan menjadi payung hukum legal formal yang kuat untuk mengatur kolaborasi pelayanan kesehatan di lapangan.

“Pertemuan hari ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian tahapan kerja sama yang telah berjalan, mulai dari penawaran, penjajakan, pembuatan draf, hingga verifikasi oleh Tim Koordinasi Kerja Sama. Agenda kita saat ini adalah usulan finalisasi susunan naskah dokumen untuk persiapan penandatanganan,” ujar Kiai Hariadji.

Dalam draf tersebut, LDII berkomitmen mengambil peran bantu yang masif dengan mengerahkan seluruh potensi sumber daya manusia kesehatan di bawah naungan Forum Komunikasi Kesehatan Islam (FKKI) binaan LDII.

Tenaga medis yang disiapkan mencakup tiga orang dokter, tujuh belas perawat atau ners, lima orang bidan, tiga sarjana kesehatan masyarakat, tiga ahli gizi, serta satu tenaga diploma tiga farmasi.

Selain dukungan sumber daya manusia, LDII Banyuwangi menawarkan sejumlah kontribusi nyata yang tertuang dalam draf kerja sama. Di antaranya adalah pelaksanaan promosi kesehatan yang menyasar tujuh puluh dua Majelis Ta’lim LDII yang tersebar luas dari ujung utara di Kecamatan Wongsorejo hingga ujung selatan di Kecamatan Pesanggaran.

LDII juga siap menggelar pelatihan aplikasi pelayanan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat bagi para ustadz dan kader, serta membantu pelayanan tersebut pada pos kesehatan bersama tim medis lainnya sesuai kapasitas yang dimiliki.

Langkah penguatan sektor berbasis pesantren juga menjadi poin penting, yakni melalui optimalisasi Pos Kesehatan Pesantren di Pondok Pesantren Ar Royan Jajag yang bersinergi dengan Puskesmas Jajag, serta Poskestren Baitul A’la yang bekerja sama dengan Puskesmas Kertosari.

Lebih lanjut, kerja sama ini juga melibatkan unsur pengamanan eksternal dengan memanfaatkan Senkom Mitra Polri guna mendukung agenda Dinas Kesehatan di lapangan.

Salah satu program lingkungan yang monumental adalah komitmen LDII untuk merintis gerakan Kampung Bebas Asap Rokok di wilayah Banyuwangi, mereplikasi keberhasilan program serupa yang telah berjalan sukses di Kampung Baru, Desa Jajag. LDII juga menegaskan kesiapannya untuk membantu kegiatan lain di bidang kesehatan kapan pun diperlukan.

Sebagai wujud sinergi yang berkesinambungan, LDII mengusulkan agar Dinas Kesehatan memfasilitasi promosi kesehatan dan memberikan pelayanan medis secara insidentil pada tujuh puluh dua Majelis Ta’lim binaan melalui Puskesmas terdekat. Selain itu, diharapkan adanya arahan formal kepada seluruh Kepala Puskesmas se-Kabupaten Banyuwangi guna mendukung penuh gerakan kesehatan di lingkungan Majelis Ta’lim tersebut.

Merespons draf tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, H. Amir Hidayat, memberikan apresiasi yang tinggi. Menurutnya, kerja sama ini akan membuat pelaksanaan tugas pokok dan fungsi kedua belah pihak menjadi lebih optimal.

“Melalui MoU ini, hak dan kewajiban masing-masing pihak menjadi jelas, sehingga pelayanan kesehatan masyarakat ke depan bisa berjalan lebih terukur dan optimal,” tutur Amir.

Gayung bersambut, dukungan kuat juga datang dari pihak eksekutif. Wakil Bupati Banyuwangi, Ir. H. Mujiono, M.Si, menyatakan sangat setuju dan meminta agar kesepakatan antara LDII dan Dinas Kesehatan ini bisa segera direalisasikan tanpa menunda-nunda.

“LDII sudah nyata melakukan pendampingan kesehatan masyarakat di lapangan. Langkah konkret dan kontribusi yang jelas ini harus segera diformalisasikan,” tegas Wakil Bupati Mujiono.

Ketua Dewan Penasihat DPD LDII Banyuwangi, KH. Hariadji Sugito, S.K.M., M.M berbincang bersama Wakil Bupati Banyuwangi, Ir. H. Mujiono, M.Si
Ketua Dewan Penasihat DPD LDII Banyuwangi, KH. Hariadji Sugito, S.K.M., M.M (berbaju batik merah) foto bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, H. Amir Hidayat, S.K.M., M.Si., didampingi Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Kesehatan, Ina Andriyatul Masulah, M.P.H.

About LDII BANYUWANGI

Check Also

Siapkan Karakter Luhur Generasi Muda, LDII Banyuwangi Mulai Rancang Panitia Permata CAI ke-47

BANYUWANGI (7/6) – Pengurus DPD LDII Kabupaten Banyuwangi menggelar rapat koordinasi persiapan Perkemahan Akhir Tahun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *