BANYUWANGI — DPD LDII Kabupaten Banyuwangi membekali generasi muda dengan keterampilan teknis rukyatul hilal melalui pelatihan ilmu falak dan pengoperasian teleskop. Kegiatan yang merupakan tindak lanjut instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII tentang Gerakan Pengamatan Hilal Mandiri tersebut digelar di Pondok Pesantren Nurul Huda Banyuwangi, Sabtu (12/9/2026).
Pelatihan melibatkan para santri dan pelajar SMK Bina Sejahtera Mandiri. Peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teori, tetapi juga langsung berlatih melakukan pembidikan teleskop atau pointing berdasarkan data astronomis.
Momentum latihan dinilai cukup mendukung karena posisi ketinggian hilal diprakirakan berada pada kisaran 12 hingga 13 derajat di atas ufuk barat. Peserta diarahkan menggunakan data koordinat dari aplikasi astronomi pada telepon pintar sebagai acuan menentukan azimut dan ketinggian objek sebelum mengarahkan teleskop.
Anggota Tim Hisab Rukyat DPD LDII Banyuwangi, Andreas Askhab Firdaus, mengatakan latihan tersebut bertujuan membiasakan peserta melakukan pengamatan berdasarkan data astronomis yang terukur.
“Target latihan hari ini adalah menguji akurasi koordinasi antara data yang tersaji di aplikasi dengan arah orientasi teleskop. Kami ingin para peserta membiasakan diri membaca azimut dan ketinggian benda langit secara presisi, sehingga tidak lagi berspekulasi mencari objek secara manual,” ujarnya.
Menurut Andreas, kemampuan tersebut menjadi dasar penting bagi generasi muda sebelum terlibat dalam kegiatan rukyatul hilal secara langsung.
Salah satu peserta, Wisnu, siswa SMK Bina Sejahtera Mandiri, mengaku mendapatkan pengalaman baru dari praktik pengoperasian teleskop rukyat. Ia menilai rukyatul hilal membutuhkan ketelitian dalam membaca data dan mengarahkan instrumen.
“Praktik ini membuka wawasan kami bahwa rukyatul hilal menuntut ketelitian tinggi. Kami belajar membaca koordinat di gawai dan langsung menyelaraskannya dengan sudut bidik teleskop di lapangan,” katanya.
Melalui pelatihan tersebut, DPD LDII Banyuwangi mendorong generasi muda tidak hanya memahami ilmu hisab secara teori, tetapi juga memiliki keterampilan menggunakan instrumen optik secara mandiri.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari kaderisasi teknis untuk menyiapkan generasi penerus LDII agar mampu memperkuat tim hisab rukyat dan mendukung kegiatan pengamatan hilal secara mandiri maupun dalam kegiatan rukyatul hilal resmi di masa mendatang.
LDII BANYUWANGI Official ldii banyuwangi