Home / Seputar Banyuwangi / Pemkab Banyuwangi Salurkan Insentif Guru Rohani Lintas Agama, LDII Apresiasi Kepedulian Pemerintah
Foto : Ketua DPD LDII Kabupaten Banyuwangi, Ir. Heri Sujatmiko, M.T., IPM.,(batik coklat) berbincang bersama Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Ketua FKUB Banyuwangi, Nur Chozin,

Pemkab Banyuwangi Salurkan Insentif Guru Rohani Lintas Agama, LDII Apresiasi Kepedulian Pemerintah

BANYUWANGI — Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyalurkan insentif kepada ratusan guru rohani lintas agama sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan karakter dan penguatan spiritual generasi muda. Penyerahan berlangsung di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi, Selasa (8/9/2026).

Ketua DPD LDII Kabupaten Banyuwangi, Ir. Heri Sujatmiko, M.T., IPM., yang hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi perhatian Pemkab Banyuwangi terhadap para guru rohani. Menurutnya, dukungan pemerintah terhadap pendidikan keagamaan menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang berkarakter, memiliki nilai moral, serta mampu hidup rukun di tengah keberagaman.

“Kami mengapresiasi Pemkab Banyuwangi yang memberikan perhatian kepada guru rohani lintas agama. Ini menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga menyentuh aspek moral, spiritual, dan kepedulian sosial,” ujar Heri.

Ia berharap perhatian tersebut dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan sesuai kemampuan keuangan daerah. Heri menilai sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan para pendidik diperlukan untuk memperkuat pembinaan generasi muda sekaligus menjaga kerukunan masyarakat Banyuwangi.

Pemberian insentif perhatian pemerintah menjadi penyemangat untuk terus mengabdi, dan dukungan tersebut dapat meningkatkan motivasi para pendidik dalam membina kerohanian anak-anak.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan insentif tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah atas peran guru rohani dalam membentuk karakter anak sejak dini. Pendidikan, menurutnya, tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga harus memperkuat moral, spiritualitas, dan kepedulian terhadap sesama.

“Apa yang kami berikan mungkin tidak seberapa, tapi kami berharap ini bisa menambah motivasi para guru rohani dalam memperkuat spiritualitas di kalangan anak-anak kita,” kata Ipuk.

Guru rohani penerima insentif berasal dari agama Hindu, Buddha, Kristen, Katolik, dan Konghucu. Mereka merupakan pengajar pada lembaga pendidikan nonformal keagamaan, seperti sekolah minggu, vihara, dan lembaga keagamaan lainnya. Masing-masing menerima insentif sebesar Rp700 ribu per orang per tahun.

Ipuk mengakui besaran insentif masih menyesuaikan kemampuan fiskal daerah. Pemkab Banyuwangi akan mengevaluasi program tersebut untuk melihat peluang peningkatan dukungan apabila kondisi keuangan daerah semakin memungkinkan.

Ia juga berpesan agar guru rohani menjadi teladan sekaligus motivator bagi anak didiknya. Menurut Ipuk, masih terdapat anak yang tidak melanjutkan pendidikan bukan semata karena persoalan ekonomi, tetapi juga karena kurangnya motivasi belajar.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banyuwangi, Nur Chozin, turut mengapresiasi komitmen Pemkab Banyuwangi yang tetap mengalokasikan anggaran bagi guru rohani lintas agama di tengah keterbatasan fiskal. Kebijakan tersebut dinilai turut memperkuat pendidikan karakter sekaligus kerukunan antarumat beragama.

Selain guru rohani lintas agama, Pemkab Banyuwangi juga menyalurkan insentif kepada guru ngaji di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan keagamaan di daerah.

About LDII BANYUWANGI

Check Also

LDII Banyuwangi dan Alumni SMP Budi Utomo Berkontribusi dalam Upacara HUT ke-81 RI

BANYUWANGI — Ketua DPD LDII Kabupaten Banyuwangi, Ir. Heri Sujatmiko, M.T., IPM., menghadiri upacara pengibaran …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *