Home / Seputar Banyuwangi / Peringati Haornas, LDII Banyuwangi Gelar Turnamen Sepak Bola Generasi Muda

Peringati Haornas, LDII Banyuwangi Gelar Turnamen Sepak Bola Generasi Muda

BANYUWANGI — Memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) sekaligus mempererat silaturahim, LDII Banyuwangi menggelar turnamen sepak bola antar pemuda dan pondok pesantren binaan LDII se-Banyuwangi wilayah barat dan utara. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Sepak Bola Luhuring Budi (Lubut), Desa Bagorejo, Kecamatan Srono, Banyuwangi, Minggu (6/9/2026).

Turnamen berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan. Setelah melewati serangkaian pertandingan, Pemuda LDII Kecamatan Rogojampi keluar sebagai juara pertama. Juara kedua diraih Pemuda LDII Kecamatan Genteng, sedangkan posisi ketiga ditempati Pondok Pesantren Pelajar dan Mahasiswa (PPPM) Nurul Huda Banyuwangi.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut imbauan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII agar olahraga menjadi kebiasaan sekaligus budaya hidup sehat bagi warga LDII. Selain menjaga kebugaran jasmani, olahraga menjadi sarana pembinaan karakter generasi muda.

Ketua DPP LDII, Abu Dawud Hidayaturrobbi, menegaskan bahwa olahraga memiliki peran penting dalam pembinaan generasi penerus. Olahraga, menurutnya, tidak semata-mata dimaknai sebagai kegiatan kompetisi atau seremoni Haornas, tetapi juga sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat kesehatan dan jasmani.

Melalui olahraga beregu, generasi muda dilatih untuk rukun, kompak, bekerja sama, jujur, disiplin, serta menjunjung tinggi sportivitas, fair play, dan sikap saling menghormati.

Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Banyuwangi, KH Astro Junaedi, yang hadir menyaksikan turnamen, mengapresiasi semangat gotong royong, kebersamaan, dan keguyuban seluruh peserta.

“Kegiatan ini menjadi wadah positif untuk memperkuat tali silaturahim antarpemuda dan santri pondok pesantren binaan LDII, khususnya di wilayah barat dan utara Banyuwangi. Sebagaimana dorongan dari DPP, olahraga harus dimaknai lebih luas dari sekadar trofi dan medali. Yang utama adalah pembinaan karakter luhur,” tuturnya.

Ia menambahkan, melalui pertandingan olahraga, generasi muda dapat belajar membangun kekompakan, saling menghargai, dan menumbuhkan jiwa sportivitas yang akan bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat.

Salah satu pemain PPPM Nurul Huda Banyuwangi, Luis, mengaku bersyukur dapat mengikuti turnamen dan mengantarkan timnya meraih juara ketiga.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa berpartisipasi dan meraih juara 3 di kejuaraan ini. Bagi kami para santri, kompetisi ini memberi ruang untuk menyalurkan hobi secara sehat sekaligus menyegarkan pikiran di sela rutinitas belajar,” ujarnya.

Menurut Luis, pertandingan tersebut juga menjadi pengalaman berharga bagi para santri untuk belajar mengendalikan emosi, menghormati lawan, dan membangun kekompakan tim.

“Menang atau kalah adalah bagian dari pertandingan, tetapi persaudaraan dan kebersamaan inilah yang paling berharga,” katanya.

LDII Banyuwangi berharap kegiatan olahraga serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan sehingga budaya hidup sehat semakin mengakar di kalangan generasi muda. Selain meningkatkan kebugaran jasmani, turnamen tersebut diharapkan menjadi ruang pembinaan sekaligus penjaringan bibit-bibit sepak bola potensial yang memiliki karakter unggul.

About LDII BANYUWANGI

Check Also

Pemkab Banyuwangi Salurkan Insentif Guru Rohani Lintas Agama, LDII Apresiasi Kepedulian Pemerintah

BANYUWANGI — Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyalurkan insentif kepada ratusan guru rohani lintas agama sebagai bentuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *