BANYUWANGI (13/9) — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Banyuwangi berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuwangi dan Forum Komunikasi Kesehatan Islam (FKKI) menggelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara serentak di empat lokasi, Minggu (13/9/2026). Kegiatan tersebut menjaring sekitar 1.000 peserta.
Kegiatan yang bertujuan mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit tersebut mendapat dukungan Dinkes Banyuwangi. Sebanyak enam puskesmas diterjunkan untuk memberikan pelayanan kesehatan di empat titik pelaksanaan.
Ketua DPD LDII Kabupaten Banyuwangi, Ir. Heri Sujatmiko, M.T., IPM., turut hadir meninjau pelaksanaan CKG di Majelis Taklim Baitul A’la, Dusun Pandan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng. Dalam kesempatan tersebut, Heri berinteraksi dengan warga sekaligus menyaksikan pelayanan yang diberikan petugas kesehatan Puskesmas Kembiritan.
Heri mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian LDII terhadap kesehatan masyarakat sekaligus upaya mendorong warga agar lebih proaktif menjaga kesehatan.
“Kesehatan merupakan bagian penting dalam mendukung aktivitas masyarakat, termasuk dalam menjalankan ibadah. Karena itu, kami mendorong warga untuk tidak menunggu sakit baru memeriksakan diri, tetapi melakukan deteksi dini secara berkala,” ujar Heri di sela kegiatan.
Menurutnya, kolaborasi LDII bersama Dinkes Banyuwangi dan FKKI menjadi langkah positif untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Kami mengapresiasi jajaran tenaga kesehatan yang hadir langsung melayani masyarakat. Semoga sinergi seperti ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi warga Banyuwangi,” imbuhnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, H. Amir Hidayat, S.K.M., M.Si., memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Melalui sinergi ini, Dinkes menerjunkan tenaga kesehatan dari enam puskesmas di empat lokasi.
Pelayanan CKG dilaksanakan di Majelis Taklim Baitul A’la, Jalan Arwana, Kelurahan Karangrejo, Banyuwangi, dengan dukungan Puskesmas Sobo, Puskesmas Kertosari, dan Puskesmas Singotrunan. Selanjutnya, Majelis Taklim Al Ihsan Hamdan, Desa Kabat, Kecamatan Kabat, didukung Puskesmas Kabat.
Dua lokasi lainnya berada di wilayah Kecamatan Genteng, yakni Majelis Taklim Baitul A’la, Dusun Pandan, Desa Kembiritan, bersama Puskesmas Kembiritan, serta Majelis Taklim Al Hidayah, Desa Setail, bersama Puskesmas Genteng Kulon.
Ketua FKKI Kabupaten Banyuwangi, Dr. Setyo Medika, menjelaskan, pelayanan kesehatan tersebut difokuskan pada deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular (PTM), sekaligus memberikan edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat.
“Pemeriksaan kesehatan secara berkala sangat krusial agar potensi penyakit dapat dicegah sejak awal. Kolaborasi FKKI bersama DPD LDII dan jajaran tenaga medis Dinas Kesehatan ini merupakan bentuk pengabdian nyata untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan produktif,” jelasnya.
Pemeriksaan meliputi skrining tekanan darah, gula darah, asam urat, kolesterol, serta konsultasi kesehatan umum. Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi dengan warga mengikuti rangkaian pemeriksaan secara tertib.
Perwakilan petugas pemeriksa dari Puskesmas Singotrunan, dr. Meilina, mengapresiasi tingginya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme warga yang begitu tinggi untuk memeriksakan kesehatannya. Skrining seperti ini efektif untuk mendeteksi potensi penyakit metabolik, seperti hipertensi dan diabetes melitus, yang kerap tidak menimbulkan gejala pada tahap awal,” ujarnya.
Sementara itu, Dewan Penasihat (Wanhat) DPD LDII Kabupaten Banyuwangi, KH. Hariadji Sugito, S.K.M., M.M., menyampaikan apresiasi atas sinergi antara LDII, FKKI, dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
“Kesehatan adalah nikmat yang luar biasa. Dengan badan yang sehat, kita bisa beribadah dengan khusyuk dan berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Kami berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi, khususnya jajaran Dinas Kesehatan dan seluruh tenaga kesehatan yang turun langsung melayani warga,” tuturnya.
Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah Mbah Muhsin, yang usianya hampir mencapai 90 tahun. Ia mengikuti rangkaian pemeriksaan dan konsultasi kesehatan dengan penuh semangat.
Kegiatan berlangsung tertib dan lancar. LDII Banyuwangi berharap kolaborasi pelayanan kesehatan bersama Dinkes Banyuwangi dan FKKI dapat terus berlanjut, sehingga semakin banyak masyarakat mendapatkan akses pemeriksaan serta edukasi kesehatan untuk mendukung terwujudnya masyarakat Banyuwangi yang sehat dan produktif.






LDII BANYUWANGI Official ldii banyuwangi