BANYUWANGI — Sekitar 100 santri generasi penerus (generus) LDII Kabupaten Banyuwangi mengikuti Pengajian Tahfidz bertajuk “Menghafal Al-Qur’an, Menjaga Wahyu Ilahi” di Pondok Pesantren Nurul Huda, Banyuwangi, Minggu (18/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menyambut Hari Santri sekaligus memperkuat pembinaan generasi muda yang berkarakter Qur’ani.
Peserta pengajian berasal dari berbagai kelompok usia, mulai tingkat caberawit hingga pranikah. Selain meningkatkan hafalan Al-Qur’an, kegiatan ini bertujuan menertibkan bacaan (qira’at) serta membiasakan generus memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan positif, sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap gawai dan menghindari pengaruh negatif lingkungan.
Ketua Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Banyuwangi, KH. Hariadji Sugito, S.Km., M.M., mengatakan, pembiasaan menghafal Al-Qur’an perlu dilakukan secara rutin, termasuk di rumah masing-masing, agar para santri memiliki kegiatan produktif yang bernilai ibadah.
“Melalui kegiatan ini, kita menertibkan qira’at Al-Qur’an santri agar mereka bisa memanfaatkan waktu senggang dengan tahfidz. Ini juga efektif mengurangi kebiasaan bermain gawai dan terhindar dari hal-hal buruk. Alhamdulillah, beberapa santri sudah ada yang menghafal dua hingga tiga juz. Kami berharap mereka betul-betul bisa mempraktikkan ayat-ayat Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari banyaknya hafalan, tetapi juga dari kemampuan santri mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam perilaku sehari-hari. Karena itu, dukungan orang tua dan pembimbing diperlukan untuk menjaga konsistensi anak dalam belajar dan menghafal Al-Qur’an.
Sementara itu, Wakil Ketua DPD LDII Banyuwangi sekaligus perwakilan orang tua santri, dr. Setyo, mengapresiasi konsistensi para pengajar dalam membina karakter generasi muda. Ia mengaku terharu melihat perkembangan hafalan para santri, termasuk putranya, Adam Tsiqoh El Setyo, yang telah menghafal hampir tiga juz Al-Qur’an.
“Momentum Hari Santri tahun ini terasa sangat berkesan bagi kami para orang tua. Melihat anak-anak melantunkan ayat suci Al-Qur’an adalah bukti nyata perjuangan dan kesabaran, seolah Allah tunjukkan mahkota cahaya yang sedang mereka tenun untuk orang tuanya di akhirat kelak,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para ustaz dan ustazah yang terus mendampingi para santri dalam proses pembelajaran. Ia berharap para pembimbing senantiasa diberi ketabahan dan keistiqamahan dalam menjalankan amanah pembinaan generasi penerus.
“Semoga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, alim-faqih, berakhlakul karimah, dan mandiri,” pungkasnya
LDII BANYUWANGI Official ldii banyuwangi