BANYUWANGI – Sekitar sepekan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan organisasi masyarakat (Ormas) Islam terkait Pelaksanaan Pemotongan Hewan Kurban.
Kegiatan Rakor tersebut dihadiri oleh dinas terkait dan organisasi kemasyarakatan (Ormas) keagamaan di wilayah Banyuwangi berlangsung di Aula Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi Kamis (21/5/2016).
Hadir dalam acara rakor tersebut antara lain; Kepala Kantor Kemenag Banyuwangi, Ketua FKUB, Ketua DMI, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, PCNU, PD Muhammadiyah, DPD LDII, PC Al Irsyad dan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan sebagai tuan rumah serta beberapa undangan lain.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet), Drh. Nanang Sugiharto, yang menjadi salah satu nara sumber menekankan pentingnya semua pihak menjaga agar seluruh hewan kurban memenuhi kriteria Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).
Pemerintah daerah berkomitmen penuh mengawal proses pelaksanaan korban 1447 H dari hulu ke hilir. “Kami menyiapkan 121 petugas di lapangan yang siap membantu memeriksa kesehatan hewan kurban melalui pemeriksaan “ante mortem” atau sebelum proses penyembelihan dilakukan maupun post mortem. Hal ini krusial untuk memastikan seluruh daging yang didistribusikan kepada masyarakat benar-benar aman dikonsumsi,” ujar Nanang.
Lebih lanjut dia mengimbau kepada seluruh pengurus ormas keagamaan dan panitia kurban agar memperhatikan aspek Kesejahteraan Hewan (Kesrawan) selama proses penanganan.
Menurut drh. Nanang, beberapa poin teknis yang perlu diperhatikan antara lain; tempat peristirahatan sementara hewan harus dipisahkan dari area penyembelihan, hewan kurban yang mengantre tidak boleh melihat proses penyembelihan hewan lainnya untuk mencegah stres dan lain sebagainya.
Dia menuturkan saat ini Kabupaten Banyuwangi memiliki 8 Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang siap digunakan. Apabila pihak masjid atau ormas keagamaan merasa fasilitas di lokasinya kurang memadai, disarankan untuk memanfaatkan fasilitas RPH tersebut.
Dia juga mengingatkan kepada para panitia korban adanya larangan keras membuang limbah sisa pemotongan dan jeroan hewan kurban ke aliran sungai demi menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Banyuwangi Eko Hariyono, hadir sebagai salah seorang peserta sekaligus bukti komitmen LDII dalam mendukung regulasi pemerintah demi mewujudkan ibadah kurban yang higienis, sesuai syariat dan berwawasan lingkungan.
Ketua Pondok Pesantren Pelajar Mahasiswa (PPPM) Nurul Huda Banyuwangi tersebut mengapresiasi langkah pemerintah dan menyambut baik program sosialisasi dan edukasi yang diberikan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi.
Menurut Eko, materi rapat koordinasi ini sangat sejalan dengan instruksi yang selalu ditekankan di lingkungan LDII, mulai pusat, provinsi sampai dengan tingkat PC, PAC maupun pondok pesantren binaan LDII.
Sebagai tindak lanjut acara Rakor tersebut, jajaran pengurus LDII Banyuwangi berkomitmen penuh untuk menerapkan prinsip ASUH dan menjaga aspek Kesrawan di setiap titik pemotongan kurban.
“Kami akan instruksikan kepada seluruh panitia kurban keluarga besar LDII Banyuwangi, termasuk di Ponpes Nurul Huda, untuk memperketat kebersihan lantai, menyiapkan sarana air bersih yang cukup dan memastikan penanganan limbah dilakukan secara mandiri dengan membuat lubang penampungan darah dan kotoran sehingga tidak mencemari lingkungan atau fasilitas umum,” ujar Eko Hariyono.
Melalui komunikasi, koordinasi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, petugas veteriner, dan Ormas keagamaan seperti LDII, diharapkan pelaksanaan ibadah kurban di Kabupaten Banyuwangi tahun ini dapat berjalan dengan aman lancar, berkah, serta menjamin ketenteraman batin bagi masyarakat yang mengonsumsinya.
LDII BANYUWANGI Official ldii banyuwangi