BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat Provinsi Jawa Timur. Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini berhasil menyabet penghargaan Terbaik 1 Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Tahun 2026 untuk kategori Kabupaten/Kota se-Jawa Timur dengan nilai sempurna 100.
Prestasi lstimewa ini mendapat apresiasi positif dari Ketua DPD LDII Kabupaten Banyuwangi, Ir. Heri Sujadmiko, M.T., IPM. Menurutnya, capaian ini menjadi bukti nyata dari komitmen kuat Pemkab Banyuwangi dalam menghadirkan keterbukaan informasi publik, khususnya di bidang hukum.
“Kami atas nama keluarga besar LDII Banyuwangi mengucapkan selamat dan sukses atas diraihnya penghargaan ini. Nilai sempurna 100 dan berturut-turut sejak 2019 adalah bukti birokrasi Banyuwangi berjalan sangat dinamis, inovatif, dan yang terpenting, dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat bawah,” ujar Heri Sujadmiko, Selasa (20/5/2026).
Penghargaan JDIH Award tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur dalam upacara resmi yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Jawa Timur, Surabaya, Selasa (20/5/2026). Nilai sempurna yang diraih Banyuwangi merupakan hasil Penilaian Kinerja Anggota JDIHN Tahun 2025 oleh Tim JDIHN BPHN Kementerian Hukum RI.
Capaian tahun 2026 ini sekaligus menambah deretan koleksi trofi Pemkab Banyuwangi, di mana penghargaan tersebut menjadi penghargaan pengelolaan JDIH ke-13 yang berhasil dipertahankan sejak tahun 2019.
Heri Sujadmiko menambahkan, LDII sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil di Banyuwangi, sangat merasakan manfaat dari kemudahan akses regulasi yang disediakan Pemkab. “Masyarakat sekarang tidak lagi gagap hukum. Dengan adanya JDIH yang terintegrasi, warga, termasuk warga LDII, bisa dengan mudah mengakses, mempelajari, dan menaati kebijakan pemerintah daerah,” imbuhnya.
Keunggulan JDIH Banyuwangi mendapat nilai tertinggi karena dinilai tidak hanya berbasis digital lewat website dan aplikasi, melainkan aktif turun langsung (jemput bola) ke masyarakat. Berbagai program inovasi yang dinilai sukses mengedukasi warga antara lain: Pojok JDIH Desa, Pojok JDIH Sekolah, Ngopi Pagi (Ngobrol Happy Kebijakan Pemerintah & Regulasi), Jiwa Raga (JDIH Banyuwangi Mengajar Regulasi), Cafe Cerdas, JDIH Menyapa Warga di CFD, hingga Layanan JDIH bagi Kelompok Rentan.
Inovasi yang membumi ini juga mendapat pujian khusus dari Kepala Pusat Layanan Literasi Hukum dan Pembinaan JDIH Nasional, Machyudhie, ST., MMSI. Ia menilai Banyuwangi sangat layak menjadi tujuan studi tiru bagi pemerintah daerah, lembaga, maupun perguruan tinggi dari seluruh Indonesia.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi dalam keterangannya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim JDIH Kabupaten Banyuwangi yang telah bekerja keras.
“JDIH Banyuwangi merupakan salah satu layanan unggulan Pemkab Banyuwangi dalam mendukung masyarakat agar semakin melek hukum, memahami regulasi, serta mampu memanfaatkan berbagai fasilitas layanan hukum yang telah disediakan pemerintah daerah,” tutur Bupati.
Prestasi ini diharapkan menjadi pelecut motivasi bagi seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Banyuwangi untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang inovatif, humanis, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
LDII BANYUWANGI Official ldii banyuwangi