Home / Seputar Banyuwangi / Shalat Idul Adha di PPPM Nurul Huda, PC LDII Banyuwangi Kota Ajak Umat Kikis Egoisme Melalui Kurban

Shalat Idul Adha di PPPM Nurul Huda, PC LDII Banyuwangi Kota Ajak Umat Kikis Egoisme Melalui Kurban

BANYUWANGI – Ratusan warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Banyuwangi Kota memadati Lapangan Pondok Pesantren Pelajar dan Mahasiswa (PPPM) Nurul Huda untuk melaksanakan salat Iduladha 1447 H pada Rabu (27/5/2026). Pada Iduladha 1447 H tahun ini, panitia menyembelih 31 ekor hewan kurban yang terdiri dari 18 ekor sapi dan 13 ekor kambing.

Ketua PC LDII Banyuwangi Kota, Drs. Eko Hariyono, mengapresiasi antusiasme warga yang berkurban karena terus meningkat setiap tahunnya. Ia menegaskan bahwa ibadah kurban bukan sekadar rutinitas agama, melainkan manifestasi kepedulian sosial terhadap sesama.

“Semangat berkurban tahun ini luar biasa. Ini menjadi momen penting untuk berbagi, khususnya bagi warga di sekitar lingkungan pondok dan masjid, sesuai tema kita: Ikhlas Berkurban, Ikhlas Berbagi,” ujar Eko.

“LDII memaknai berkurban dengan persaudaraan dan berbagi. Selain meningkatkan ketakwaan, juga mengajak berbagi dan meningkatkan persaudaraan kepada sesama,” imbuhnya.

Untuk memastikan daging yang dihasilkan memenuhi standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal), juru sembelih LDII sebelumnya telah mengikuti kegiatan Sosialisasi Berkurban Sehat dan Halal yang digelar oleh Dinas Peternakan Banyuwangi. Panitia kurban di PPPM Nurul Huda juga menerapkan standar kebersihan yang ketat serta prinsip Kesejahteraan Hewan (Kesrawan).

Sementara itu, bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Ustad Toto Susilo mengajak jemaah untuk merefleksikan kembali keteguhan iman keluarga Nabi Ibrahim AS.

Dalam khotbahnya, Ustad Toto menekankan tiga poin utama bagi umat Muslim, yakni mengikis egoisme dengan membuang sifat kikir dan sombong, memperkuat ketahanan keluarga melalui parenting Islami, serta menjaga esensi ketakwaan. Mengutip Surah Al-Hajj ayat 37, ia mengingatkan bahwa yang sampai kepada Allah SWT adalah ketakwaan, bukan daging atau darah hewan kurban.

Selain dibagikan secara door-to-door kepada warga sekitar pondok dan lingkungan Masjid Baitul A’La, paket daging kurban turut disalurkan kepada tokoh masyarakat hingga komunitas lintas agama.

Upaya inklusif ini dilakukan sebagai langkah konkret PC LDII Banyuwangi Kota dalam merawat kerukunan umat beragama dan memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat Bumi Blambangan.

About LDII BANYUWANGI

Check Also

Rawat Toleransi, Pemuda LDII Aktif Perkuat Sinergi Lintas Agama di FORMULA SATU Banyuwangi

BANYUWANGI – Dalam upaya memperkuat jalinan silaturahmi dan sinergi antar umat beragama khususnya di kalangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *