Banyuwangi – DPD LDII Kabupaten Banyuwangi yang diwakili Wakil Sekretaris Andreas Askhab Firdaus menghadiri pelantikan Pengurus Cabang (Pengcab) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Banyuwangi periode 2026–2031 yang dirangkaikan dengan workshop bertema “Media Siber Sebagai Katalisator Investasi Daerah” di Hotel Santika Banyuwangi, Kamis (30/7/2026).
Pada kesempatan tersebut, Subahrodin Yusuf resmi dilantik sebagai Ketua Pengcab JMSI Banyuwangi Periode 2026–2031.
Kehadiran perwakilan DPD LDII Banyuwangi dalam forum tersebut menegaskan dukungan organisasi kemasyarakatan ini terhadap penguatan media siber yang profesional, akurat, dan berintegritas demi kemajuan daerah.
Acara tersebut dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, jajaran Forkopimda Banyuwangi, Baznas, NU, Muhammadiyah, LDII, Formula Satu, PWI, IJTI, AJI, Jaringan Radio Siaran Banyuwangi (JRSB), serta para pemangku kepentingan media lainnya.
Dalam presentasinya, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menekankan peran vital media digital di era informasi saat ini. Ia menegaskan bahwa media tidak seharusnya hanya diposisikan sebagai corong informasi. “Media merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan pembangunan daerah”, ujarnya
Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan derasnya arus informasi yang sulit dibendung, Ipuk menilai peran media justru semakin strategis. Media tidak lagi sekadar berlomba menjadi yang tercepat dalam menyampaikan berita, melainkan harus menjadi sumber informasi yang paling dipercaya publik.
“Kalau dulu media berlomba menjadi yang paling cepat. Sekarang tidak lagi. Yang akan dipercaya masyarakat adalah media yang kuat, bertanggung jawab, dan menyampaikan informasi yang benar,” tegas Ipuk
Pemerintah dapat melahirkan berbagai inovasi, prestasi, dan program pembangunan. Namun, semua itu tidak akan memberikan dampak yang optimal apabila tidak tersampaikan kepada masyarakat melalui pemberitaan yang berkualitas.
“Kita punya banyak kegiatan, banyak prestasi, banyak inovasi. Tapi kalau tidak diberitakan, masyarakat tidak akan tahu. Sebaliknya, kalau yang disampaikan tidak sesuai dengan kenyataan, kepercayaan publik juga akan hilang,” ujarnya
Lebih lanjut, Bupati Banyuwangi menuturkan media siber memegang peranan kunci dalam membentuk persepsi publik melalui jurnalisme yang akurat, positif, dan bertanggung jawab.
Informasi yang berkualitas tidak hanya membangun citra daerah yang kuat, tetapi juga mampu menarik kepercayaan para investor serta mendorong percepatan ekonomi lokal.
Mewakili DPD LDII Banyuwangi, Andreas menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas pelantikan kepengurusan Pengcab JMSI Banyuwangi Periode 2026–2031 di bawah kepemimpinan Subahrodin Yusuf.
Andreas mengatakan, keluarga besar LDII meyakini keterbukaan informasi dan kolaborasi antara pemerintah, media siber, serta organisasi kemasyarakatan merupakan fondasi penting dalam menciptakan iklim daerah yang kondusif.
“LDII Banyuwangi berkomitmen untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam menyebarkan informasi yang positif dan menyejukkan, sekaligus mendukung iklim investasi serta pembangunan daerah melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat,” pungkas Andreas
LDII BANYUWANGI Official ldii banyuwangi