Home / Seputar Banyuwangi / PAC LDII Yosomulyo Ajak Warga Jaga Salat Lima Waktu melalui Pengajian Rutin

PAC LDII Yosomulyo Ajak Warga Jaga Salat Lima Waktu melalui Pengajian Rutin

BANYUWANGI (4/8) — Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Desa Yosomulyo menggelar pengajian rutin di Masjid Luhur Al Amin, Dusun Sidotentrem, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, pada Senin (4/8). Kegiatan yang diikuti warga LDII dan masyarakat sekitar tersebut mengangkat tema “Wajibnya Menjaga Salat Lima Waktu di Tengah Kesibukan” sebagai upaya meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat pemahaman keagamaan.

Ketua PAC LDII Desa Yosomulyo sekaligus Takmir Masjid Luhur Al Amin, Ust. Suwandi, menyampaikan bahwa salat merupakan tiang agama sekaligus amal pertama yang akan dihisab pada Hari Kiamat. Karena itu, setiap muslim wajib menjaga salat lima waktu tepat pada waktunya, terlebih dengan mengutamakan salat berjamaah di masjid.

“Salat adalah tiangnya agama. Barang siapa menjaga salatnya, berarti ia menjaga agamanya. Sebaliknya, orang yang menyia-nyiakan salat akan lebih mudah menyia-nyiakan amalan lainnya,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Suwandi menjelaskan bahwa salat lima waktu memiliki kedudukan istimewa karena merupakan satu-satunya rukun Islam yang diwajibkan secara langsung oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui peristiwa Isra Mikraj.

Menurutnya, kesibukan pekerjaan maupun urusan dunia tidak boleh menjadi alasan untuk menunda, apalagi meninggalkan salat.

“Sesibuk apa pun kita, jangan mengakhirkan salat, terlebih meninggalkannya. Salat adalah ibadah wajib yang telah ditentukan waktunya oleh Allah SWT,” tegasnya.

Ia juga mengutip hadis yang diriwayatkan Abdullah bin Amr tentang keutamaan menjaga salat pada waktunya. Menurut hadis tersebut, orang yang menjaga salat akan memperoleh cahaya, perlindungan, dan keselamatan pada Hari Kiamat, sedangkan mereka yang melalaikannya akan kehilangan keutamaan tersebut.

Selain menanamkan kesadaran kepada orang dewasa, Suwandi mengingatkan pentingnya membiasakan salat sejak usia dini. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW agar orang tua memerintahkan anak mengerjakan salat sejak usia tujuh tahun serta memberikan pendidikan yang tegas dan mendidik ketika telah berusia sepuluh tahun apabila masih meninggalkannya.

Tidak hanya menyampaikan materi, pengajian juga diisi praktik tata cara salat sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Suwandi membimbing peserta mulai dari takbiratul ihram, rukuk, sujud hingga salam, sekaligus mengoreksi sejumlah kekeliruan yang masih sering dilakukan dalam pelaksanaan salat.

“Kesalahan-kesalahan kecil yang sering dilakukan tanpa disadari perlu diperbaiki agar salat yang kita kerjakan benar-benar sesuai tuntunan syariat,” jelasnya.

Di akhir pengajian, Suwandi mengajak seluruh peserta untuk senantiasa mendahulukan panggilan Allah SWT ketika azan berkumandang.

“Ketika mendengar azan, tinggalkan sejenak pekerjaan kita untuk menunaikan salat. Setelah itu, pekerjaan dapat dilanjutkan kembali. Insyaallah, dengan mendahulukan salat, setiap ikhtiar yang kita lakukan akan memperoleh keberkahan dan rahmat dari Allah SWT,” pungkasnya.

About LDII BANYUWANGI

Check Also

Wujud Kepedulian Sesama, FKKI LDII Banyuwangi dan SMK Bina Sejahtera Mandiri Gelar Cek Kesehatan Gratis Bagi Lansia

BANYUWANGI – Sebagai wujud pengabdian masyarakat dan kepedulian terhadap kesehatan sesama, Forum Komunikasi Kesehatan Islam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *