Home / Seputar Banyuwangi / Hadiri Forum Eco Resilience and Peacebuilding, LDII Banyuwangi Dorong Kolaborasi Ketahanan Lingkungan dan Perdamaian

Hadiri Forum Eco Resilience and Peacebuilding, LDII Banyuwangi Dorong Kolaborasi Ketahanan Lingkungan dan Perdamaian

BANYUWANGI – Ketua DPD LDII Kabupaten Banyuwangi, Ir. Heri Sujatmiko, M.T., IPM., mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, komunitas, dan generasi muda untuk membangun ketahanan lingkungan sekaligus memperkuat perdamaian di masyarakat. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Forum Eco Resilience and Peacebuilding di kawasan wisata Bangsring Underwater, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Senin (10/8/2026).

Forum tersebut mempertemukan berbagai elemen masyarakat untuk membahas keterkaitan antara ketahanan ekologis dan pembangunan perdamaian. Kegiatan itu merupakan bagian dari program Harmony in Action, kolaborasi Wahid Foundation dan Temasek Foundation Singapura, sekaligus rangkaian Gus Dur School for Peace Batch 6.

Forum diikuti peserta Eco Peace Forum dari berbagai daerah di Indonesia dan perwakilan Singapura. Hadir pula unsur Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, kepala perangkat daerah, camat, kepala desa, pimpinan organisasi kemasyarakatan, komunitas lokal, mitra pembangunan, serta generasi muda. Managing Director Wahid Foundation, Siti Holisah, turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berhalangan hadir dan diwakili Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Sekda Banyuwangi, Suratno. Ia menegaskan, ketahanan lingkungan dan pembangunan perdamaian merupakan dua agenda yang saling berkaitan.

“Perubahan iklim dan kerusakan lingkungan bukan semata persoalan ekologis, tetapi juga masalah sosial. Membangun ketahanan ekologis pada hakikatnya juga untuk mencegah konflik,” ujarnya.

Menurut Suratno, keterbatasan sumber daya alam berpotensi memunculkan ketidakadilan yang berdampak pada kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, pembangunan perlu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pembangunan manusia, dan keberlanjutan lingkungan.

Ia menambahkan, Banyuwangi memiliki modal sosial yang kuat untuk menjadi ruang pembelajaran tentang harmoni. Keberagaman agama dan budaya menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai.

“Banyuwangi bisa dibilang miniaturnya Indonesia. Semua agama ada di sini. Ini menunjukkan bagaimana harmoni kehidupan masyarakat dapat terus dibangun,” katanya.

Suratno juga mengapresiasi pembahasan mengenai eko-teologi dalam forum tersebut. Menurutnya, nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan yang bersumber dari ajaran agama perlu terus dikembangkan dan diimplementasikan, terutama di kalangan generasi muda.

Sementara itu, Heri Sujatmiko menilai forum tersebut sejalan dengan komitmen LDII dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan memperkuat ketahanan masyarakat. Menurutnya, persoalan lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar menghasilkan dampak yang berkelanjutan.

“Lingkungan merupakan bagian penting dari keberlanjutan kehidupan. Menjaga alam tidak cukup hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan peran masyarakat, organisasi kemasyarakatan, komunitas, dan generasi muda,” ujarnya.

Dosen PNS DPK Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi itu menjelaskan, LDII memiliki kontribusi melalui delapan bidang pengabdian kepada bangsa, salah satunya ketahanan pangan dan lingkungan. Menurutnya, ketahanan lingkungan perlu berjalan beriringan dengan pembangunan karakter, kepedulian sosial, dan penguatan kerukunan masyarakat.

“Bagi LDII, kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan dalam aksi nyata. Mulai dari menjaga kebersihan, mengelola lingkungan, mendukung ketahanan pangan, hingga mengedukasi generasi muda agar memiliki kesadaran ekologis,” jelasnya.

Heri berharap forum tersebut tidak berhenti pada diskusi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui kolaborasi dan gerakan nyata di tingkat komunitas. Ia menilai kepedulian bersama terhadap lingkungan dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat hubungan sosial sekaligus membangun perdamaian.

“Kami berharap kolaborasi seperti ini terus dikembangkan. Ketika masyarakat memiliki kepedulian yang sama terhadap lingkungan, membangun komunikasi, dan saling menghargai perbedaan, maka ketahanan sosial sekaligus perdamaian akan semakin kuat,” pungkasnya./one_

About LDII BANYUWANGI

Check Also

PAC LDII Yosomulyo Ajak Warga Jaga Salat Lima Waktu melalui Pengajian Rutin

BANYUWANGI (4/8) — Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Desa Yosomulyo menggelar pengajian rutin di Masjid …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *