BANYUWANGI – Jajaran DPD LDII Kabupaten Banyuwangi menemui Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas di Lounge Pemkab Banyuwangi pada Rabu (24/6/2026). Dalam pertemuan itu, LDII memperkenalkan kepengurusan masa bakti 2026–2031 sekaligus membahas pembinaan generasi muda termasuk rencana pelaksanaan perkemahan Cinta Alam Indonesia (CAI) di tingkat daerah.
Dalam kesempatan itu, Ketua DPD LDII Banyuwangi, Ir. Heri Sujatmiko, M.T., IPM hadir didampingi tiga pengurus harian. Turut serta Ketua Wanita LDII Banyuwangi, Hj. Tutik Andayaningrum, S.E., bersama tiga pengurus wanita lainnya.
Secara simbolis, Heri Sujatmiko menyerahkan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan, Buku Himpunan Musda, Majalah Nuansa serta sebuah buku monumental berjudul “Sistem, Model dan Corak Pendidikan LDII dalam Platform Profesional Religius dari Sabang sampai Merauke” langsung kepada Bupati Ipuk Fiestiandani.
Heri Sujatmiko menjelaskan bahwa buku yang diserahkan tersebut mengulas secara mendalam sistem pendidikan berkelanjutan yang dikembangkan oleh LDII. Fokus utamanya adalah mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkarakter profesional religius.
“Lembaga pendidikan di bawah naungan LDII memiliki peran strategis untuk menyiapkan generasi penerus. Kita ingin mereka tidak hanya matang dan paham ilmu agama (alim-faqih), tetapi juga berakhlak mulia dan mandiri, sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Banyuwangi,” ujar Heri.
Buku karya Akademisi Universitas PTIQ Jakarta sekaligus cendekiawan Nahdlatul Ulama, Dr. Ahmad Ali MD, M.A. ini hadir sebagai jawaban atas minimnya literatur akademis yang membedah sistem pendidikan LDII secara komprehensif. Sebagai organisasi dakwah, LDII dinilai berhasil mengembangkan model pendidikan yang khas—berakar kuat pada nilai murni Alquran dan Al-Hadist, namun tetap adaptif terhadap dinamika modernisasi.
Selama ini, publik lebih sering mengenal LDII dari kiprah dakwah dan pengajiannya saja. Buku ini berhasil menyingkap tabir di balik layar mengenai bagaimana corak, kurikulum, dan ekosistem pesantren serta sekolah formal LDII dibangun dari Sabang sampai Merauke melalui riset lapangan dan wawancara mendalam yang valid.
Di akhir pertemuan, Heri menegaskan bahwa platform “Profesional Religius” yang diusung LDII dirancang dengan visi yang clear: diharapkan melahirkan insan-insan yang kompeten di bidang profesinya masing-masing, sekaligus memiliki benteng moral dan kesalehan sosial yang kuat dalam kehidupan bermasyarakat.
LDII BANYUWANGI Official ldii banyuwangi