BANYUWANGI – Kepemimpinan dalam organisasi kemasyarakatan dan dedikasi di bidang akademik merupakan dua pilar yang saling menguatkan. Hal ini dibuktikan secara nyata oleh Ketua DPD LDII Kabupaten Banyuwangi, Ir. Heri Sujadmiko, M.T., IPM., melalui peluncuran buku terbarunya yang mengupas tuntas tentang infrastruktur jalan raya.
Langkah intelektual ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan pengejawantahan dari program “8 Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa”. Ir. Heri, yang sehari-hari juga mengabdi sebagai Dosen di Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi, menegaskan bahwa kontribusi pemikiran adalah kunci dalam memperkuat bidang Pendidikan dan Teknologi/Infrastruktur yang menjadi fokus utama organisasi.
Selain menerbitkan buku, beliau juga aktif menghasilkan berbagai karya ilmiah yang telah dipublikasikan di berbagai jurnal, baik berskala nasional maupun internasional. Hal ini merupakan wujud nyata pelaksanaan tugas pokok sebagai seorang dosen, yakni mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Seperti diketahui, “8 Bidang Pengabdian LDII” mencakup kebangsaan, dakwah, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan, teknologi informasi, ketahanan pangan dan lingkungan, serta energi baru terbarukan. Menurut Heri, konsolidasi dan program organisasi harus dibarengi dengan aksi konkret yang relevan dan menjawab kebutuhan pembangunan nasional.
“Program organisasi tidak boleh hanya berhenti di atas kertas atau sekadar retorika. Melalui karya literasi ini, kami ingin menegaskan bahwa kader LDII hadir dan mampu memberikan solusi teknis, pemikiran yang konstruktif bagi pembangunan infrastruktur bangsa. Hal ini sangat selaras dengan misi organisasi di bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Heri.
Buku yang berjudul “Tebal Perkerasan Jalan Raya” ini hadir sebagai panduan komprehensif. Buku ini membedah secara rinci mulai dari prinsip-prinsip dasar hingga kalkulasi teknis yang kompleks dalam perencanaan jalan raya. Di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur nasional saat ini, karya tersebut dinilai sangat krusial dan relevan untuk memastikan akurasi teknis di lapangan.
Dalam karyanya, Heri mengawali pembahasan dengan menanamkan filosofi dan peran vital jalan raya sebagai urat nadi logistik dan mobilitas masyarakat. Ia mengupas tuntas spesifikasi material yang digunakan, seperti aspal dan agregat, hingga analisis mendalam mengenai karakteristik dan perbedaan antara perkerasan lentur (flexible pavement) dan perkerasan kaku (rigid pavement).
Salah satu sorotan utama dalam buku ini adalah penekanan pada pentingnya daya dukung tanah dasar melalui analisis nilai CBR (California Bearing Ratio). Menariknya, buku ini tidak hanya berkutat pada teori, tetapi juga dilengkapi dengan metode pemeliharaan infrastruktur dan soal latihan praktis. Hal ini menjadikannya rujukan yang sangat berharga, tidak hanya bagi mahasiswa teknik sipil, tetapi juga bagi para praktisi di bidang konstruksi.
Kehadiran karya literasi dan rekam jejak akademis ini semakin mempertegas profil Ir. Heri Sujadmiko sebagai figur pemimpin yang paripurna. Heri membuktikan kapasitasnya sebagai seorang organisatoris yang piawai menakhodai lembaga sosial keagamaan, sekaligus sebagai akademisi yang konsisten mendedikasikan ilmu pengetahuannya demi kemajuan infrastruktur di Indonesia.
LDII BANYUWANGI Official ldii banyuwangi