BANYUWANGI – Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (FORSGI) Kabupaten Banyuwangi sukses menggelar Festival Sepak Bola Piala DPD LDII Banyuwangi Tahun 2026. Turnamen usia dini yang berlangsung di Lapangan Luhuring Budi, Desa Bagorejo, Kecamatan Srono pada 16–17 Mei 2026 ini mendapatkan apresiasi tinggi dari Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Banyuwangi atas konsistensinya dalam pembentukan karakter atlet sejak dini.
Ketua Askab PSSI Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, S.H., M.H., yang hadir dalam pembukaan festival tersebut, secara terbuka menyebut bahwa sistem pembinaan usia dini yang dijalankan oleh FORSGI saat ini merupakan salah satu yang terbaik di Kabupaten Banyuwangi.
“Saya sangat salut dengan anak-anak FORSGI. Ketika terjadi benturan (chaos) atau kesalahpahaman di lapangan, pemainnya langsung meminta maaf dan berjabat tangan. Karakter sportivitas seperti ini sangat langka. Pembinaan sepak bola usia dini FORSGI saat ini adalah yang terbaik di Banyuwangi,” ujar Michael

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Banyuwangi ini menegaskan komitmennya untuk mengawal (back up) penuh FORSGI agar menjadi pionir kebangkitan sepak bola nasional dari ujung timur Pulau Jawa.
Ia meyakini, lewat pembinaan para pengurus dan pelatih FORSGI, Banyuwangi akan melahirkan bibit-bibit pesepak bola berbobot nasional.
“Kita ingin anak-anak Banyuwangi punya mimpi besar menjadi pemain nasional. Jika pembinaan jangka panjang ini berjalan konsisten, mereka kelak bisa bermain di Liga 4, Liga 3, Liga 2, hingga kasta tertinggi. Dari sepak bola profesional itulah mereka bisa membantu masa depan sekaligus mengangkat perekonomian keluarga,” paparnya.
Michael juga mengimbau agar Sekolah Sepak Bola (SSB) di Banyuwangi lebih selektif dalam mengikuti kompetisi. Menurutnya, esensi pembinaan usia dini harus berfokus pada proses tumbuh kembang jangka panjang pemain, bukan sekadar mengejar gengsi trofi turnamen sesaat.
Dengan iklim kompetisi yang sehat, Banyuwangi diharapkan bertransformasi menjadi lumbung talenta sepak bola nasional yang berkelanjutan.

Menanggapi kompetisi Forgi Banyuwangi, mantan penyerang legendaris Tim Nasional Indonesia, Budi Sudarsono, hadir memberikan motivasi dan coaching clinic mental kepada ratusan atlet usia dini Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (FORSGI) Banyuwangi.
Selain aspek fisik, legenda yang pernah membawa Persik Kediri dan Sriwijaya FC merengkuh gelar juara ini juga mengapresiasi fondasi karakter yang dibangun oleh FORSGI. Menurutnya, identitas religius “Ngaji iyo, Bal-balan iyo” merupakan keunggulan kompetitif yang harus dipertahankan.
“Pemain FORSGI harus mempraktikkan disiplin di dalam dan luar lapangan. Saya kagum karena pemain di sini dikenal tertib ibadahnya, terutama menjaga salat lima waktu. Itu modal mental yang sangat kuat untuk menjadi juara,” puji Budi.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Banyuwangi, Ir. Heri Sujadmiko, M.T., IPM., menyampaikan bahwa penyelenggaraan festival ini merupakan pengejawantahan nyata dari instruksi DPP LDII, khususnya pada klaster pembinaan generasi muda.
“Festival yang diselenggarakan oleh FORSGI ini sangat selaras dengan program ‘8 Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa’. Fokus kami adalah menyiapkan generus (generasi penerus) unggul, sehat, berkarakter mulia, dan religius untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” kata Heri.
Lebih lanjut, Heri berpesan kepada seluruh pemain, jajaran ofisial, hingga orang tua wali murid agar senantiasa menginternalisasikan 29 Karakter Luhur dalam aktivitas sehari-hari, termasuk di atas rumput hijau.
“Bermain bola itu harus sportif, jujur, rukun, kompak, dan mengutamakan kerja sama tim yang baik (good teamwork). Kita tidak boleh menghalalkan segala cara hanya demi sebuah kemenangan,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua FORSGI Banyuwangi, H. Yusuf Satiminanto, menegaskan bahwa esensi utama dari festival tahunan ini bukanlah sekadar berburu piala, melainkan sebagai wadah pembentukan karakter (character building) serta penjaringan potensi emas sejak usia dini.
“Generus berkarakter mulia tidak bisa ditemukan secara instan atau kebetulan. Karakter itu harus kita ciptakan dan kita bentuk. Salah satu sarana terbaiknya adalah melalui pembinaan olahraga yang konsisten dan terprogram seperti ini,” pungkas Yusuf di sela-sela memantau jalannya pertandingan.
Festival Sepak Bola Piala DPD LDII Banyuwangi tahun ini diikuti oleh total 13 tim perwakilan dari Pengurus Cabang (PC) LDII se-Kabupaten Banyuwangi. Rinciannya, kategori U-10 diikuti oleh 9 tim kompetitor, sedangkan kategori U-12 diikuti oleh 4 tim terbaik. Pembagian kategori usia ini diharapkan mampu memberikan menit bermain (match-play) serta jam terbang kompetitif yang berimbang bagi para pesepak bola muda binaan FORSGI Banyuwangi.
LDII BANYUWANGI Official ldii banyuwangi