Home / Seputar Banyuwangi / Legenda Timnas Budi Sudarsono Beri Wejangan Atlet FORSGI Banyuwangi: “Kunci Utama Sukses Itu Disiplin dan Ibadah!”

Legenda Timnas Budi Sudarsono Beri Wejangan Atlet FORSGI Banyuwangi: “Kunci Utama Sukses Itu Disiplin dan Ibadah!”

BANYUWANGI – Mantan penyerang legendaris Tim Nasional Indonesia, Budi Sudarsono, hadir memberikan motivasi dan coaching clinic mental kepada ratusan atlet usia dini Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (FORSGI) Banyuwangi di Kompleks Lapangan Luhuring Budi (Lubud), Bagorejo, Kecamatan Srono, Sabtu malam (16/5/2026).

Kehadiran sosok yang akrab dijuluki “Si Phyton” tersebut menjadi pemandangan istimewa di sela rangkaian Turnamen Sepak Bola U10 & U12 antar PC LDII se-Kabupaten Banyuwangi. Didampingi Ketua FORSGI Banyuwangi, H. Yusuf Satiminanto, Budi membagikan resep rahasia bagi para atlet daerah untuk menembus panggung profesional tingkat nasional maupun internasional.

Dalam arahannya, Budi menekankan bahwa bakat besar tidak akan berarti tanpa kedisiplinan tinggi. Ia secara khusus menyoroti tantangan generasi muda saat ini, yakni ketergantungan pada gawai (handphone) yang sering mengganggu waktu istirahat.

“Kalau mau jadi pemain profesional, yang pertama dan paling utama adalah disiplin. Disiplin latihan, waktu, asupan gizi, hingga disiplin istirahat,” tegas Budi Sudarsono di hadapan para atlet muda yang menyimak dengan antusias.

Ia menambahkan, manajemen waktu adalah pembeda antara atlet yang sukses dan yang gagal. “Adik-adik, istirahat dalam sepak bola itu sangat vital. Jangan sampai kalian begadang karena main handphone. Meskipun diganti dengan tidur dua hari setelahnya, itu tidak akan mencukupi. Banyak atlet gagal bukan karena kurang bakat, tapi karena fisiknya tidak terjaga akibat abai pada waktu istirahat,” imbuhnya.

Selain aspek fisik, legenda yang pernah membawa Persik Kediri dan Sriwijaya FC merengkuh gelar juara ini juga mengapresiasi fondasi karakter yang dibangun oleh FORSGI. Menurutnya, identitas religius “Ngaji iyo, Bal-balan iyo” merupakan keunggulan kompetitif yang harus dipertahankan.

“Pemain FORSGI harus mempraktikkan disiplin di dalam dan luar lapangan. Saya kagum karena pemain di sini dikenal tertib ibadahnya, terutama menjaga salat lima waktu. Itu modal mental yang sangat kuat untuk menjadi juara,” puji Budi.

Salah satu peserta, Harun Haris mengaku senang dan bangga bisa ketemu langsung dengan sang idola, legenda timnas Budi Sudarsono. Ia merasa sangat terinspirasi untuk lebih giat berlatih dan berjanji tidak begadang main HP, setelah mendapatkan bimbingan langsung dari sosok yang dijuluki “Si Ular Piton” tersebut.

Sementara itu, Ketua FORSGI Banyuwangi, H. Yusuf Satiminanto, berharap kehadiran Budi Sudarsono mampu membakar semangat para pemain. Ia menegaskan bahwa turnamen yang diikuti oleh 9 tim U10 dan 4 tim U12 ini bukan sekadar ajang mencari pemenang.

“Target utama kami adalah melahirkan ‘Generus’ yang sehat, tangguh, berkarakter luhur, dan tertib beribadah sesuai visi yang dicanangkan organisasi,” pungkas H. Yusuf.

About LDII BANYUWANGI

Check Also

Sesi Diskusi Konsolidasi LDII Banyuwangi: Wakil Ketua Rudiyanto, Perkuat Peran KIM dan Dukung “Banyuwangi Asri”

BANYUWANGI – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Banyuwangi melaksanakan konsolidasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *